Suatu
ketika Udin diajak ibunya untuk berbelanja di pasar. Singkat cerita
sampailah ibunya di penjual kain, ibunya ingin membeli kain untuk dibuat
baju dan celana untuk si Udin. Lantas si penjual mengatakn berapa meter Bu??? Sampai di penjual bawang merah dan bawang putih, ibunya ditanya lagi oleh si penjual berapa kilo Bu???Sepulang dari pasar si Udin singgah di Pertamina, Udin pun ditanya oleh petugas pertamina berapa liter pak??? Sepulang dari pasar si Udin lalu nonton tayangan motor GP. Si Udin mendapati marques juara 1 dengan catatan waktu 10 menit 30 detik. Si Udin pun kecewa karena pembalap andalannya tidak naik di podium.
Cerita
diatas hanyalah ilustrasi yang menggambarkan bahwa disadari atau tidak
ternyata kita sering berinteraksi dengan yang namanya pengukuran.
Istilah meter, kilo, liter sudah pasti sering kita dengarkan sehingga
dapat dikatakan bahwa pengukuran sudah menjadi bagian dari kehidupan
kita. Melalui pengukuran kita juga dapat membedakan antara sesuatu
dengan sesuatu yang lainnya. Inilah juga yang menjadi salah satu alasan
mengapa kita harus melakukan pengukuran.
Hampir
seluruh fenomena di alam ini terungkap dengan baik oleh adanya
kegiatan pengukuran. Fenomena alam yang terungkap melalui
besaran-besaran Fisika tersebut dapat dijelaskan dengan baik melalui
data kuantitatif hasil pengukuran. Pada hakikatnya, mengukur adalah
kegiatan yang membandingkan sesuatu yang akan diukur dengan alat ukur
yang sudah terstandar. Terstandar kaitannya dengan tingkat kesahihan (valid) dan tingkat kepercayaannya (reliable).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar