Selasa, 06 Agustus 2013

HAKIKAT MELAKUKAN PENGUKURAN

Suatu ketika Udin diajak ibunya untuk berbelanja di pasar. Singkat cerita sampailah ibunya di penjual kain, ibunya ingin membeli kain untuk dibuat baju dan celana untuk si Udin. Lantas si penjual mengatakn berapa meter Bu??? Sampai di penjual bawang merah dan bawang putih, ibunya ditanya lagi oleh si penjual berapa kilo Bu???Sepulang dari pasar si Udin singgah di Pertamina, Udin pun ditanya oleh petugas pertamina berapa liter pak??? Sepulang dari pasar si Udin lalu nonton tayangan motor GP. Si Udin mendapati marques juara 1 dengan catatan waktu 10 menit 30 detik. Si Udin pun kecewa karena pembalap andalannya tidak naik di podium.


Cerita diatas hanyalah ilustrasi yang menggambarkan bahwa disadari atau tidak ternyata kita sering berinteraksi dengan yang namanya pengukuran. Istilah meter, kilo, liter sudah pasti sering kita dengarkan sehingga dapat dikatakan bahwa pengukuran sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Melalui pengukuran kita juga dapat membedakan antara sesuatu dengan sesuatu yang lainnya. Inilah juga yang menjadi salah satu alasan mengapa kita harus melakukan pengukuran.   


Hampir seluruh fenomena di alam ini terungkap dengan baik oleh adanya kegiatan pengukuran. Fenomena alam yang terungkap melalui besaran-besaran Fisika tersebut dapat dijelaskan dengan baik melalui data kuantitatif hasil pengukuran. Pada hakikatnya, mengukur adalah kegiatan yang membandingkan sesuatu yang akan diukur dengan alat ukur yang sudah terstandar. Terstandar kaitannya dengan tingkat kesahihan (valid) dan tingkat kepercayaannya (reliable).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar