Senin, 02 September 2013

BESARAN FISIKA DAN SATUANNYA


BESARAN-BESARAN FISIKA DAN SATUANNYA

Seperti yang telah saya singgung sebelumnya di HAKIKAT MELAKUKAN PENGUKURAN disebutkan bahwa penting untuk kita melakukan pengukuran besaran-besaran Fisika agar kita dapat membedakan antara besaran yang satu dengan yang lainnya. Didalam Fisika berdasarkan satuannya dikenal dua besaran yakni Besaran Pokok Dan Besaran Turunan. BESARAN POKOK terdiri dari PAMAWA SUKU INJU (PAnjang, MAssa, WAktu, SUhu, KUat arus listrik, INtensitas Cahaya, dan JUmlah zat serta dua besaran pokok tambahan tak berdimensi yakni sudut bidang datar dan sudut ruang. BESARAN TURUNAN contohnya antara lain kecepatan, gaya, percepatan, usaha, medan listrik, medan magnet, volume, luas,  dll. Perbedaan mendasar dari kedua besaran ini adalah dari cara mengukurnya. Pada besaran pokok dapat dilakukan dengan pengukuran langsung sedangkan untuk besaran turunan dilakukan dengan pengukuran tak langsung.

Besaran pokok adalah besaran yang satuannya ditetapkan terlebih dahulu, berdiri sendiri, tidak bergantung pada besaran yang lain dan menjadi dasar untuk menetapkan besaran lainnya. Berikut besaran pokok yang disepakati oleh para ilmuwan.

Tabel 1: Besaran Pokok beserta satuannya
 

 
Sumber: BSE Setya Nurachmandani
 

Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Satuannya disebut dengan satuan turunan yang diperoleh dari menggabungkan (mengoperasikan) beberapa besaran pokok. Contoh besaran turunan dan satuannya antara lain dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2: Besaran turunan beserta satuannya

 
                Sumber: BSE Setya Nurachmandani

                Pada besaran-besaran Fisika dikenal juga istilah dimensi. Dimensi suatu besaran berkaitan dengan cara besaran-besaran tersebut disusun berdasarkan besaran pokoknya. Dalam satuan Standar Internasional (SI) dikenal 7 dimensi berdasarkan besaran pokoknya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel  berikut:

Tabel 3: Dimensi dari besaran pokok


  
                                Sumber: BSE Setya Nurachmandani
 
                Menetukan dimensi suatu besaran sama halnya dengan melakukan perhitungan biasa. Dimensi mempunyai dua fungsi yakni pertama, menentukan satuan dari  besaran turunan dengan cara analisis dimensional. Kedua, menunjukkan kesetaraan dari beberapa satuan yang sepintas kelihatan berbeda. Cara penulisan dimensi suatu besaran dengan menggunakan huruf tertentu dengan diberi tanda kurung persegi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar