BESARAN-BESARAN FISIKA DAN SATUANNYA
Seperti yang telah saya singgung sebelumnya di HAKIKAT
MELAKUKAN PENGUKURAN disebutkan bahwa penting untuk kita melakukan pengukuran
besaran-besaran Fisika agar kita dapat membedakan antara besaran yang satu
dengan yang lainnya. Didalam Fisika berdasarkan
satuannya dikenal dua besaran yakni Besaran Pokok Dan Besaran Turunan. BESARAN POKOK terdiri dari PAMAWA SUKU INJU (PAnjang,
MAssa, WAktu, SUhu, KUat arus
listrik, INtensitas Cahaya, dan JUmlah zat serta dua besaran pokok tambahan tak berdimensi
yakni sudut bidang datar dan sudut ruang. BESARAN TURUNAN contohnya antara lain
kecepatan, gaya, percepatan, usaha, medan listrik, medan magnet, volume,
luas, dll. Perbedaan mendasar dari kedua
besaran ini adalah dari cara mengukurnya. Pada besaran pokok dapat dilakukan
dengan pengukuran langsung sedangkan untuk besaran turunan dilakukan dengan
pengukuran tak langsung.
Besaran pokok adalah besaran yang
satuannya ditetapkan terlebih dahulu, berdiri sendiri, tidak bergantung pada
besaran yang lain dan menjadi dasar untuk menetapkan besaran lainnya. Berikut
besaran pokok yang disepakati oleh para ilmuwan.
Tabel 1: Besaran Pokok beserta
satuannya
Sumber: BSE Setya Nurachmandani
Besaran turunan adalah besaran yang
diturunkan dari besaran pokok. Satuannya disebut dengan satuan turunan yang
diperoleh dari menggabungkan (mengoperasikan) beberapa besaran pokok. Contoh
besaran turunan dan satuannya antara lain dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2: Besaran turunan beserta
satuannya
Sumber: BSE Setya Nurachmandani
Pada
besaran-besaran Fisika dikenal juga istilah dimensi. Dimensi suatu besaran
berkaitan dengan cara besaran-besaran tersebut disusun berdasarkan besaran
pokoknya. Dalam satuan Standar Internasional (SI) dikenal 7 dimensi berdasarkan
besaran pokoknya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3: Dimensi dari besaran
pokok
Sumber: BSE Setya Nurachmandani
Menetukan
dimensi suatu besaran sama halnya dengan melakukan perhitungan biasa. Dimensi
mempunyai dua fungsi yakni pertama, menentukan satuan dari besaran turunan dengan cara analisis
dimensional. Kedua, menunjukkan kesetaraan dari beberapa satuan yang sepintas
kelihatan berbeda. Cara penulisan dimensi suatu besaran dengan menggunakan
huruf tertentu dengan diberi tanda kurung persegi.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar