Sabtu, 28 September 2013

KONVERSI SATUAN



Seringkali di kehidupan sehari-hari kita mendengar satuan tidak standar misalnya saja Televisi di rumah yang berukuran 14 inci. Sebuah Truk mengangkut 500 ton beras. Nah, Inci dan ton merupakan contoh satuan tidak standar masing-masing untuk besaran panjang dan besaran massa. Satuan tidak standar seperti ini perlu dikonversi ke satuan standar sehingga satuannya konsisten.

SATUAN STANDAR

SATUAN STANDAR DALAM FISIKA

Satuan merupakan salah satu komponen besaran yang menjadi standar dari suatu besaran. Sebuah besaran tidak hanya memiliki satu satuan saja. Besaran panjang ada yang menggunakan satuan inci, kaki, mil, dan sebagainya. Untuk massa dapat menggunakan satuan ton, kilogram, gram, dan sebagainya. Adanya berbagai macam satuan untuk besaran yang sama akan menimbulkan kesulitan. Kalian harus melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu untuk memecahkan persoalan yang ada. Dengan adanya kesulitan tersebut, para ahli sepakat untuk menggunakan satu sistem satuan, yaitu menggunakan satuan standar Sistem Internasional, disebut Systeme Internationale d’Unites (SI).

Satuan Internasional adalah satuan yang diakui penggunaannya secara internasional serta memiliki standar yang sudah baku. Satuan ini dibuat untuk menghindari kesalahpahaman yang timbul dalam bidang ilmiah karena adanya perbedaan satuan yang digunakan. Pada awalnya, Sistem Internasional disebut sebagai Metre – Kilogram – Second (MKS). Selanjutnya pada Konferensi Berat dan Pengukuran Tahun 1948, tiga satuan yaitu newton (N), joule (J), dan watt (W) ditambahkan ke dalam SI. Akan tetapi, pada tahun 1960, tujuh Satuan Internasional dari besaran pokok telah ditetapkan yaitu meter, kilogram, sekon, ampere, kelvin, mol, dan kandela.

Sistem MKS menggantikan sistem metrik, yaitu suatu sistem satuan desimal yang mengacu pada meter, gram yang didefinisikan sebagai massa satu sentimeter kubik air, dan detik. Sistem itu juga disebut sistem Centimeter – Gram – Second (CGS).

Download File Lengkapnya
Link Download

Senin, 02 September 2013

BESARAN FISIKA DAN SATUANNYA


BESARAN-BESARAN FISIKA DAN SATUANNYA

Seperti yang telah saya singgung sebelumnya di HAKIKAT MELAKUKAN PENGUKURAN disebutkan bahwa penting untuk kita melakukan pengukuran besaran-besaran Fisika agar kita dapat membedakan antara besaran yang satu dengan yang lainnya. Didalam Fisika berdasarkan satuannya dikenal dua besaran yakni Besaran Pokok Dan Besaran Turunan. BESARAN POKOK terdiri dari PAMAWA SUKU INJU (PAnjang, MAssa, WAktu, SUhu, KUat arus listrik, INtensitas Cahaya, dan JUmlah zat serta dua besaran pokok tambahan tak berdimensi yakni sudut bidang datar dan sudut ruang. BESARAN TURUNAN contohnya antara lain kecepatan, gaya, percepatan, usaha, medan listrik, medan magnet, volume, luas,  dll. Perbedaan mendasar dari kedua besaran ini adalah dari cara mengukurnya. Pada besaran pokok dapat dilakukan dengan pengukuran langsung sedangkan untuk besaran turunan dilakukan dengan pengukuran tak langsung.